Jumat, 14 Desember 2018


Gebetan  Temanku Mencintaiku


      Ini adalah kisahku, yang ku alami sendiri didalam hidupku. Di pagi hari di desaku, kujalani kebiasannku yaitu berangkat sekolah, kuhampiri sahabat karibku Faisal namanya, dan segera kami pun berangkat. Kami berangkat jalan kam\ki karena jarak rumah dari sekolah cukup dekat
      Disekolah aku belajar seperti biasanya, oh iya aku dan sahabatku itu satu bangku, dan aku adalah murid unggulan dikelasku. Hari ini terasa membosankan, tidak seperti hari biasanya. Jadi aku Cuma duduk dikursi yang berada tepat disamping pintu kelas. Aku merasa ada yang memperhatikanku dari sela pintu kelas, tapi saat aku melihat kearahnya tidak ada siapa-siapa. Lalu aku berdiri karena aku duduk terlalu lama dan lelah dalam posisi duduk, tanganku kuletakan pada pintu kelas, aku kaget saat ada tangan putih dan halus memegang tanganku, langsungku lihatdan ternyata dia adalh wanita yang sangat manis dan sangatku kenal karena dia adalah orang yang sering diceritakan sahabatku kepadaku, tak lama kulihat, dia pergi menjauh sampai tidak terlihat lagi.
      Saat pulang sekolah kulihat layar hpku ada 2 notifikasi baru sms dari nomer yang tidak ku kenal, lalu aku balas sms tersebut dengan pertanyaan ini nomer siapa? Lalu dia langsung balas “Ini wulan temen kamu” dia mengatakan bahwa dia tidak sengaja memegang tanganku dan meminta maaf padaku, lalu aku mengatakan iya ngga papa, yang lama juga ngga papa :D Hahhah. Yang aslinya iyalah, iya ngga papa wulan, aku maafin.
      Dari semenjek itu pun aku dengan wulan semakin deket, bahkan bisa dibilang seperti orang pacaran. Sangking deketnya aku lupa bahwa wulan adalah gebetan sahabatku sendiri. Setelah ku sadar, aku langsung menjauhi dia, aku sengaja tidak kasih kabar kepada dia, dan ketika bertemu disekolah pun aku cuek kepadanya, wulan juga sadar kalau aku mulai menjauhinya, dia sms banyak kepadaku namun tidak satupun saya balas, lalu dia menelponku berkali-kali, kaerena dia tidak berhenti-berhenti menelpon aku ngga tahan dan akhirnya aku balas smsnya yaitu “Wulan aku ngga mau ganggu kamu lagi, aku tau sahabat aku itu suka sama kamu, aku ngga mau ada gosip kalo aku pacaran sama kamu karena kita dekat, dan membuat salah paham diantara aku, kamu dan faisal, jadi kamu ngga usah sms atau nelpon aku lagi oke” lalu tak lama kemudian dia membalas “Oh jadi ini alasan kamu menjauhiku, nih yah fathur aku ngga suka sama faisal, aku menganggap faisal itu temenku sama kaya yang lain, jadi jangan khawatir tentang kesalah pahaman” “memangnya ngga boleh tah aku silatuhrahmi sama kamu?” dia terus menerus meyakinkan aku kalo dia itu ngga punya perasaan kepada faisal, dan aku pun terima semua alasan itu dan mulai dari situ aku dan wulan deket lagi.
      Semenjak saat itu aku dan wulan sering menghabiskan waktu bersama. Saat dikelas hanya ada beberapa anak kelas, aku dan wulan mengobrol di kelas bagian belakang, mula-mulanya Cuma basa-basi menanyakan yang ngga penting, namun setelah itu wulan menanyakan kepadaku “kamu lagi suka sama siapa sih?”. Oh iya walau pun saya deket sama wulan tapi kami belum pacaran, lanjutlagi ke dialognya. “Gak ada wulan, kalo wulan lagi suka sama siapa?” wulan diam sejenak mengambil napas, lalu dia jawab “Kamu, tapi aku ngga mau kamu marah, aku takut kamu marah, maafin aku yah,” dia menundukan kepalanya, “kamu meminta maaf buat apa? Lagian juga aku ngga marah sama kamu” dia langsung melihat ke arahku, dan tidak menundukan kepala lagi, lalu kukatakan kepadanya “kamu mau tau ngga sebuah rahasia?” “apa?” jawabnya. “sebenernya aku juga suka kamu, tapi aku tidak boleh menjalin hubungan sebelum aku lulus sekolah” lalu wulan menjawab “iya aku paham kok fathur, jadi kita temenan tapi mesra aja yah, aku juga sama gak boleh sama orangtua aku.”
      Sejak itu aku dan wulan hanya sebatas teman tapi mersa saja, setiap ketemu dimanapun dia selalu melemparkan senyum kepadaku, aku pun membalas senyum manisnya itu yang membuat aku nyaman bersamanya.
      Setiap hari sabtu kelasku olahraga dari pagi sampai pulang, jadi semuanya bebas mau kemana saja, tetapi aku memilih duduk di depan kantin, karena disana aku bisa melihat wanita yang membuat aku semangat kesekolah, yah itu wulan yang sedang bersama teman-temannya. Walaupun tidak jelas karena tertutup dedaunan, tapi cukup jelas kalau itu bidadariku, dia pun melihatku dan melemparkan senyumannya kepadaku, akupun membalasnya, lama aku dan wulan saling berpandangan, sampai seseorang mengagetkanku dengan mengepuk pungggungku, “Dosa bro, zina mata” rupanya dia tahu kalau aku dan wulan saling menatap satu sama lain, oh iya walapun pernah ada masalah antara aku faisal dan wulan, faisal masih dekat denganku, dan masih menjadi sahabat karibku.
      Dan tiba saatnya wulan pergi untuk mencari ilmuyang membuat hubungan antara kita menjadi sangat jauh. Dia pergi 2 hari sebelum ulang tahun ku(ulang tahunku 4 juni J). Semenjak itu aku kehilangan senyuman manis yang membuat hariku lebih semangat, dan mungkin sekarang dia lupa tentang kisah yang telah kita buat bersama dulu. Dan mungkin kamu bahagia dengan yang baru, yang lebih baik dariku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar