Gebetan Temanku Mencintaiku
Ini adalah
kisahku, yang ku alami sendiri didalam hidupku. Di pagi hari di desaku,
kujalani kebiasannku yaitu berangkat sekolah, kuhampiri sahabat karibku Faisal
namanya, dan segera kami pun berangkat. Kami berangkat jalan kam\ki karena
jarak rumah dari sekolah cukup dekat
Disekolah aku
belajar seperti biasanya, oh iya aku dan sahabatku itu satu bangku, dan aku
adalah murid unggulan dikelasku. Hari ini terasa membosankan, tidak seperti
hari biasanya. Jadi aku Cuma duduk dikursi yang berada tepat disamping pintu
kelas. Aku merasa ada yang memperhatikanku dari sela pintu kelas, tapi saat aku
melihat kearahnya tidak ada siapa-siapa. Lalu aku berdiri karena aku duduk
terlalu lama dan lelah dalam posisi duduk, tanganku kuletakan pada pintu kelas,
aku kaget saat ada tangan putih dan halus memegang tanganku, langsungku
lihatdan ternyata dia adalh wanita yang sangat manis dan sangatku kenal karena
dia adalah orang yang sering diceritakan sahabatku kepadaku, tak lama kulihat,
dia pergi menjauh sampai tidak terlihat lagi.
Saat pulang
sekolah kulihat layar hpku ada 2 notifikasi baru sms dari nomer yang tidak ku
kenal, lalu aku balas sms tersebut dengan pertanyaan ini nomer siapa? Lalu dia
langsung balas “Ini wulan temen kamu” dia mengatakan bahwa dia tidak sengaja
memegang tanganku dan meminta maaf padaku, lalu aku mengatakan iya ngga papa,
yang lama juga ngga papa :D Hahhah. Yang aslinya iyalah, iya ngga papa wulan,
aku maafin.
Dari semenjek itu
pun aku dengan wulan semakin deket, bahkan bisa dibilang seperti orang pacaran.
Sangking deketnya aku lupa bahwa wulan adalah gebetan sahabatku sendiri.
Setelah ku sadar, aku langsung menjauhi dia, aku sengaja tidak kasih kabar
kepada dia, dan ketika bertemu disekolah pun aku cuek kepadanya, wulan juga
sadar kalau aku mulai menjauhinya, dia sms banyak kepadaku namun tidak satupun
saya balas, lalu dia menelponku berkali-kali, kaerena dia tidak
berhenti-berhenti menelpon aku ngga tahan dan akhirnya aku balas smsnya yaitu
“Wulan aku ngga mau ganggu kamu lagi, aku tau sahabat aku itu suka sama kamu,
aku ngga mau ada gosip kalo aku pacaran sama kamu karena kita dekat, dan
membuat salah paham diantara aku, kamu dan faisal, jadi kamu ngga usah sms atau
nelpon aku lagi oke” lalu tak lama kemudian dia membalas “Oh jadi ini alasan
kamu menjauhiku, nih yah fathur aku ngga suka sama faisal, aku menganggap
faisal itu temenku sama kaya yang lain, jadi jangan khawatir tentang kesalah
pahaman” “memangnya ngga boleh tah aku silatuhrahmi sama kamu?” dia terus
menerus meyakinkan aku kalo dia itu ngga punya perasaan kepada faisal, dan aku
pun terima semua alasan itu dan mulai dari situ aku dan wulan deket lagi.
Semenjak saat itu
aku dan wulan sering menghabiskan waktu bersama. Saat dikelas hanya ada
beberapa anak kelas, aku dan wulan mengobrol di kelas bagian belakang,
mula-mulanya Cuma basa-basi menanyakan yang ngga penting, namun setelah itu
wulan menanyakan kepadaku “kamu lagi suka sama siapa sih?”. Oh iya walau pun
saya deket sama wulan tapi kami belum pacaran, lanjutlagi ke dialognya. “Gak ada
wulan, kalo wulan lagi suka sama siapa?” wulan diam sejenak mengambil napas, lalu
dia jawab “Kamu, tapi aku ngga mau kamu marah, aku takut kamu marah, maafin aku
yah,” dia menundukan kepalanya, “kamu meminta maaf buat apa? Lagian juga aku
ngga marah sama kamu” dia langsung melihat ke arahku, dan tidak menundukan
kepala lagi, lalu kukatakan kepadanya “kamu mau tau ngga sebuah rahasia?”
“apa?” jawabnya. “sebenernya aku juga suka kamu, tapi aku tidak boleh menjalin
hubungan sebelum aku lulus sekolah” lalu wulan menjawab “iya aku paham kok
fathur, jadi kita temenan tapi mesra aja yah, aku juga sama gak boleh sama
orangtua aku.”
Sejak itu aku dan
wulan hanya sebatas teman tapi mersa saja, setiap ketemu dimanapun dia selalu
melemparkan senyum kepadaku, aku pun membalas senyum manisnya itu yang membuat
aku nyaman bersamanya.
Setiap hari sabtu
kelasku olahraga dari pagi sampai pulang, jadi semuanya bebas mau kemana saja,
tetapi aku memilih duduk di depan kantin, karena disana aku bisa melihat wanita
yang membuat aku semangat kesekolah, yah itu wulan yang sedang bersama teman-temannya.
Walaupun tidak jelas karena tertutup dedaunan, tapi cukup jelas kalau itu
bidadariku, dia pun melihatku dan melemparkan senyumannya kepadaku, akupun
membalasnya, lama aku dan wulan saling berpandangan, sampai seseorang
mengagetkanku dengan mengepuk pungggungku, “Dosa bro, zina mata” rupanya dia
tahu kalau aku dan wulan saling menatap satu sama lain, oh iya walapun pernah
ada masalah antara aku faisal dan wulan, faisal masih dekat denganku, dan masih
menjadi sahabat karibku.
Dan tiba saatnya
wulan pergi untuk mencari ilmuyang membuat hubungan antara kita menjadi sangat
jauh. Dia pergi 2 hari sebelum ulang tahun ku(ulang tahunku 4 juni J). Semenjak itu aku kehilangan
senyuman manis yang membuat hariku lebih semangat, dan mungkin sekarang dia
lupa tentang kisah yang telah kita buat bersama dulu. Dan mungkin kamu bahagia
dengan yang baru, yang lebih baik dariku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar